Majsty Part I

Good job, Majsty!

Majsty memasuki sekolah dasar. Ia sekelas lagi dengan beberapa teman TK nya. Baru memasuki sekolah dasar, kepandaian Majsty sudah terlihat. Ia mendapat ranking satu dikelasnya. Majsty menjalanin hari-hari sekolah dasarnya seperti anak-anak lainnya. Karena sekolah dasarnya bersebelahan dengan sekolah TKnya, disaat istirahat tiba, Majsty selalu bermain ke TK itu. Ia masuk ke TK itu lewat jalan yang tak seharusnya. Maklum, TK itu melarang anak-anak SD bermain disitu. Saat Majsty dan teman-temannya melihat halaman TK yang kosong, mereka pun langsung memanjat pagar TK yang cukup tinggi. Saat sedang asyik-asyiknya bermain di TK itu, penjaga TK itu mengetahui kalau mereka menyelundup ke TK itu diam-diam. Disitu Majsty dan teman-temannya langsung kabur terbirit-birit, menaiki pagar yang tadi mereka panjat. Mereka bukan anak yang kapok! Hampir setiap hari mereka melakukan kegiatan yang tak seharusnya mereka lakukan itu. Sampai akhirnya mereka bosan dan tak pernah lagi datang ke TK itu.

Tak terasa Majsty duduk dikelas 3 SD, banyak cinta monyet yang tumbuh dikelasnya. Majesty pun ikut-ikut tertular. Ia sempat menyukai anak seangkatannya. Ternyata saingan Majsty cukup banyak! Bukan Majsty saja yang menyukai anak laki-laki itu, bahkan ada beberapa teman sekelasnya menyukai anak laki-laki itu. Sayangnya anak laki-laki itu malah menanggapi semua anak perempuan yang suka padanya sebagai kekonyolan belaka. Hal-hal konyol pun banyak terjadi. Lama kelamaan Majsty pun bosan dan berhenti menyukai anak laki-laki itu. Memasuki kelas 4, seorang anak laki-laki dari Jakarta datang menjadi murid baru dikelasnya. Ternyata anak laki-laki itu menyukai Majsty, anak laki-laki itu tak henti-hentinya mengganggu Majsty. Ia sering menyanyikan lagu-lagu romantis untuk Majsty, mengirimi Majsty surat-surat cinta, menyatakan cintanya kepada Majsty dan hal-hal mengganggu lainnya. Sayangnya, perasaan anak baru itu tak terbalas. Majsty malah cuek-cuek saja dan bahkan membenci anak baru tersebut karena ia sering dibuatnya malu oleh tindakan-tindakan konyol anak baru itu.

Memasuki kelas 5, Majsty mengenal genk. Baik genk yang tersebar diluar sekolanya maupun yang ada didalam kelasnya. Sayangnya, Majsty bukan anak genk sampai ia lulus dari sekolah dasar itu. Tapi sempat suatu hari ia tertarik masuk genk yang dipelopori teman sekelasnya. Tes-tes yang diajukan teman sekelasnya sempat ia ikuti. Namun ia tidak lolos, begitupun dengan teman-teman sekelas lainnya yang ingin masuk genk itu.

Dikelas 6, Majsty sempat merasakan cinta monyet lagi. Dia jatuh cinta dengan laki-laki yang bernama Alam Putra. Sayangnya mereka tidak satu sekolahan, maka dari itu cintanya hanya sekejap saja. Tapi, disekolahnya ia sempat suka dengan teman satu angkatannya. Sayangnya orang yang dia suka itu malah menyukai teman sekelasnya. Majsty selalu dihiraukan oleh laki-laki tersebut. Malah teman sekelasnya itu yang laki-laki itu perhatikan. Laki-laki itu sering mengirimi hadiah seperti coklat, boneka, dan hadiah-hadiah lainnya yang sempat membuat Majsty iri dan sedih. Namun Majsty bukan anak yang cengeng, ia menerima kewajaran itu karena cinta laki-laki itu memang bukan untuknya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Majsty Part I"